KABARPLUS | PONOROGO – Satu rumah rusak parah, dua lainnya rusak ringan dan satu sekolah pecah kaca serta plafonnya setelah sebuah balon udara tanpa awak bermuatan petasan jumbo jatuh dan meledak di Dusun Demalang, Desa Somoroto, Kecamatan Kauman, Jumat (6/8/2021) pagi, sekitar pukul 05.45 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat bom terbang itu jatuh di rumahnya, Lahuri dan istrinya Masri, sedang di sawah dan di belakang rumah. Akibat ledakan bom terbang itu, beberapa jendela rumahnya terlempar dan atap rumahnya hancur. Rumah Lahuri adalah yang kerusakannya paling parah.

Rumah lain mengalami pecah kaca dan genting. Sedangkan SMPN 2 Kauman yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi ledakan pecah kaca dan plafon. Ledakan yang sangat keras sempat mengagetkan warga setempat. Namun, warga hanya berhamburan keluar tanpa ada yang berani mendekat. Mereka kemudian melapor ke kepolisian setempat.

Dugaan sementara, balon bermuatan mercon itu diperkirakan robek di udara sehingga tidak mampu terbang tinggi. Layaknya bom, balon dengan puluhan kilogram mesiu itu kemudian turun tepat di teras rumah Lahuri dan meledak hebat.

Kapolsek Somoroto AKBP Nyoto mengatakan, kejadian ini masih dalam penyelidikan pihaknya. Tim identifikasi dari Polres Ponorogo telah melakukan olah tempat kejadian perkara menyangkut peristiwa ini.

“Kebiasaan menerbangkan balon udara disertai mercon dalam ukuran jumbo sangat memprihatinkan. Sudah banyak korban dan kerusakan yang terjadi. Bahkan penegakan hukum sudah sering kita lakukan akan tetapi hal ini tidak membuat mereka jera. Kami dari kepolisian akan lebih intensif menangani masalah ini,” ujar AKBP Nyoto.

baca juga :

Sejauh ini polisi belum bersedia memberikan keterangan tentang pelaku yang menerbangkan bom terbang tersebut. Juga siapa yang harus bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi.

Petasan berukuran besar dan daya ledak tinggi yang telah atau baru akan dicantolkan di balon raksasa telah berkali-kali menjadi musibah di Ponorogo. Beberapa di antaranya memakan korban jiwa.

Di media sosial warga setempat banyak akun yang memprotes larangan penerbangan balon berpetasan jumbo dan mengaku akan bertanggung jawab bila balonnya menimpa rumah warga. Alih-alih melestarikan tradisi, penerbangan balon yang lebih mirip bom terbang ini lebih nyata sebagai kegiatan pemborosan dengan risiko yang cukup tinggi. (KP001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *