KABARPLUS | PONOROGO – Pemkab Ponorogo, Jawa Timur, meniadakan berbagai kegiatan dalam rangka Grebeg Suro dan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo tahun 2021. Kirab pusaka sampai larung sesaji di Telaga Ngebel hampir pasti tidak bisa dilihat pada tahun ini.

Pertimbangannya adalah keselamatan dan kesehatan warga bakal terancam bila terjadi kerumunan yang berpotensi menjadi ajang penyebaran covid-19.

Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Jumat (6/8/2021) mengatakan, sebenarnya ia dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko sangat ingin menggelar berbagai kegiatan sebagai rangkaian Hari Jadi Ponorogo ke-525 dan Grebeg Suro 2021.

“Tapi apa daya kita berada di posisi level 4 dan penyebaran covid-19 masih seperti ini. Jadi ya kita mohon maaf kepada seluruh masyarakat Ponorogo kita tidak bisa melaksanakan Suroan ini,” ungkap Lisdyarita.

Meski begitu, masih ada beberapa gagasan untuk melaksanakan beberapa kegiatan secara virtual. Namun konsepnya masih terus dibahas. Rambunya adalah Instruksi Mendagri dan SE Bupati Ponorogo tentang PPKM Level 4.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo Agus Sugiarto yang juga hadir dalam rakor menambahkan, agenda even untuk seni budaya sebagai rangkaian Hari Jadi Ponorogo dan Grebeg Suro 2021 memang tidak akan digelar.

“Keselamatan dan kesehatan warga Ponorogo tercinta saat ini adalah prioritasnya,” ungkapnya.

Agus mengatakan, masih ada sejumlah konsep yang masih dalam pembahasan untuk menggantikan berbagai kegiatan yang pada kondisi normal digelar secara fisik. “Kita sedang mengonsep, masih ada waktu untuk itu. Namun prinsipnya pasti, jangan sampai (kegiatan) virtual itu membentuk kerumunan,” ucapnya. (KP001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *