MADIUN, KABARPLUS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat inflasi Kota Madiun pada Februari 2021 sebesar 0,08%. Penyebabnya, kenaikan harga sejumlah komoditas. Salah satunya cabai rawit yang naik mencapai 13,50% dengan andil inflasi 0,095%.

“Kenaikan harga cabai disebabkan Madiun bukan daerah penghasil. Di sisi lain, cuaca yang tidak menentu mengakibatkan petani banyak yang gagal panen,” ujar Kepala BPS Kota Madiun, Dwi Yuhenny, Selasa(2/3/2021).

Jukir di Kota Madiun Wajib Ramah, Maidi : Kita Sedang Prioritaskan Wisata

Selain cabai rawit, komoditas lain yang mengalami kenaikan harga di antaranya mobil, nasi dengan lauk, cabai merah, nangka muda, bawang putih dan bawang merah.”Sebaliknya, untuk komoditas seperti telepon seluler, daging ayam ras, jeruk dan emas perhiasan harganya malah turun,” tukasnya.

Dijelaskannya, di level provinsi dan nasional memang kenaikan cabai rawit ini dialami oleh 65 kota penghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia.

Wartawan Magetan Divaksin Covid-19, Efeknya Mengantuk

Sementara itu berdasarkan data di BPS, dari delapan kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, inflasi tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 0,29%. Disusul Jember 0,12% dan Banyuwangi 0,09%.

“Selanjutnya Kediri 0,07%, Probolinggo 0,05%, Sumenep 0,02% dan Malang -0,01 persen,” kata Dwi Yuhenny. (KP006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *