PONOROGO, KABARPLUS – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah mulai dilakukan uji cobanya di Ponorogo bakal dievaluasi. Ini setelah terjadi kenaikan kasus covid-19 yang signifikan akhir-akhir ini. Di sisi lain telah terbit Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang memungkinkan PTM dilaksanakan di 2021.

“Sejak hampir satu bulan ini kita sudah lakukan PTM. Baik untuk tingkat SMA, SMP untuk sebagian sekolah dan SD juga untuk sebagian sekolah. Ini akan kita evaluasi untuk menyikapi kondisi yang ada saat ini,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Soedjarno, Selasa (24/11/2020).

Dikatakannya, untuk yang sudah berjalan, yaitu seluruh sekolah tingkat SMA, sembilan SMP dengan sekitar 50% siswa masuk dan dua SD tiap kecamatan dengan 30% siswa masuk akan tetap dilanjutkan. Akan tetapi pihak Dinas Pendidikan dan guru-guru harus sering mengingatkan anak didiknya agar langsung pulang sehingga bisa menekan potensi penularan covid-19.

“Harus getol mengingatkan 3M. Juga harus ketat meminta anak-anak agar tidak ke mana-mana (berkeliaran) dan langsung pulang ke rumah menekan penularan covid-19 ini,” katanya.

Evaluasi juga akan dilakukan untuk menyikapi munculnya SKB Empat Menteri. Sebab, dalam SKB tersebut PTM tidak lagi didasarkan pada status covid-19 sebuah wilayah.

“PTM di 2021 akan tergantung dari keputusan kepala daerah dengan mempertimbangkan kesiapan dari Dinas (Pendidikan), kesiapan dari masing-masing sekolah dan izin dari orang tua melalui komite sekolah,” tutur Soedjarno.

Data penyebaran Covid-19 di Ponorogo per Senin (23/11/2020) terdapat penambahan 8 orang pasien baru yang terkonfirmasi covid-19. Akibatnya, jumlah total kasus positif covid-19 di Ponorogo menjadi 601 orang, yang sudah sembuh 532orang, meninggal 23 orang dan yang menjalani isolasi atau perawatan mencapai 46 orang. (kp001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *