Kondisi jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.
Spread the love

MADIUN | KABARPLUS – Rencana Pemkab Madiun melakukan pelebaran untuk Jalan D.I. Panjaitan sebagai pintu gerbang masuk ke Pusat Pemerintahan tampaknya tak akan semudah membalikkan telapak tangan. Pasalnya warga terdampak yang tinggal di sepanjang jalan tersebut dengan tegas menolak rencana tersebut.

Ketua RT 10 RW 03 Kelurahan Krajan Muharno menyatakan, saat ini semua warga Kelurahan Krajan Kecamatan Mejayan yang rumahnya berada di Jalan D.I. Panjaitan dengan tegas menolak adanya rencana pelebaran jalan tersebut. Sebab pelebaran membutuhkan lahan dan kemungkinan besar harus merelokasi warga di titik yang terkena pelebaran.

“Tempat tinggal itu memiliki histori secara turun temurun. Rumah yang kami tempati itu sudah menjadi tempat usaha untuk menopang penghidupan bagi setiap keluarga di sini,” ujar Muharno, Sabtu (11/04/2026).

Menurut dia, jika dilakukan relokasi, belum tentu tempat yang baru bisa dibuat usaha. “Kami yang tinggal di sini tidak ada yang menjadi pegawai. Di sini semuanya menggantungkan hidupnya dari usaha atau berdagang,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Boby Saktia Putra Lubis mengakui jika pelebaran jalan akan berdampak langsung pada rumah hunian warga di sepanjang jalan D.I. Panjaitan.

“Sebenarnya rencana pelebaran ini sudah kami sosialisasikan kepada warga, dengan harapan kami ingin mendapatkan masukkan saran dan usulan dari warga yang terdampak nantinya,” ujar Boby.

Disinggung adanya penolakan dari warga terdampak tentang rencana pelebaran jalan tersebut, Boby memaklumi kondisi tersebut. Oleh karena itu, pihak Dinas PUPR akan membuat sejumlah skema atau langkah lainnya.

“Pastinya ada beberapa langkah alternatif rekayasa dengan kondisi eksisting saat ini. Kecuali, kita membangun di kondisi yang tidak ada bangunan sama sekali. Apabila di sepanjang jalan ada hunian warga, dibutuhkan sosialisasi dan dibutuhkan rembugan untuk mendapatkan kesepakatan. Oleh sebab itu, perencanaan ini sangatlah penting. Tanpa ada rencana seperti ini, otomatis kita tidak bisa berbicara langsung kepada masyarakat guna memberikan deskripsi atau gambaran langsung kepada mereka,” tegasnya. (arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *