Kam. Nov 26th, 2020

 

MADIUN(kabarplus.com)-Jalur Kereta Api Madiun-Slahung (Ponorogo) yang menjadi denyut perekonomian barang dan jasa di masa kolonial belanda nampaknya bakal dihidupkan kembali, Setelah terpendam sejak 1984 lamanya.

“Tanpa adanya sinergitas lintas sektoral dan pemerintah daerah, itu hanya sebatas wacana belaka pastinya.” Direktur Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun Amirullah, kemarin.

Walikota Madiun, H.Maidi saaat menghadiri focus group discussion (FGD) seminar hasil penelitian dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun terkait reaktivasi jalur Madiun-Slahung (Ponorogo) di Sun Hotel Madiun kemarin.

Hal ini mengemuka saat digelarnya focus group discussion (FGD) seminar hasil penelitian dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun terkait reaktivasi jalur Madiun-Slahung (Ponorogo) di Sun Hotel Madiun kemarin.

Amirullah mengungkapkan, hasil penelitian para dosen di kampusnya dapat menjadi acuan awal. Amir menilai langkah menghidupkan kembali jalur tersebut dapat segera dilakukan. Asalkan adanya kolaborasi dari berbagai elemen yang terlibat di dalamnya.

Sementara itu, Wali kota Madiun, H.Maidi mengatakan bahwa pemkot mendukung penuh adanya reaktifasi jalur kereta yang sudah lama tidak difungsikan tersebut. Dirinya mengatakan, keberadaan jalur kereta Madiun-Slahung akan mendukung keberadaan objek wisata buatan yang ada di Kota Pendekar.

“Apabila objek wisata buatan kota jadi, didukung rel kereta api yang bisa melihat SDA di sekitar Madiun Raya ini berarti akan menarik minat banyak orang hingga internasional,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, window display bagian barat Jawa Timur akan berjalan bagus. Terlebih, connecting antara 8 kabupaten di Madiun Raya berjalan, maka akan semakin hebat. Prinsipnya, pemkot 100 persen mendukung dengan adanya pembahasan ini.

“Orang naik kereta pasti ke Kota Madiun dulu menuju Ponorogo. Ini akan menyempurnakan pembangunan kota,” tegasnya. (kp004)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *