MADIUN | KABARPLUS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun KAI Daop 7 menyiagakan total 355 personel keamanan yang merupakan gabungan dari internal KAI serta unsur eksternal TNI dan Polri. Ini sebagai upaya untuk memberikan pelayanan maksimal agar mudik tahun 2026 berjalan dengan lancar.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menjelaskan, seluruh jajaran Daop 7 Madiun telah melakukan persiapan komprehensif yang mencakup kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana, hingga prasarana, Di sisi operasional, seluruh petugas frontliner seperti Masinis, Kondektur, hingga Customer Service telah dipastikan dalam kondisi prima dan siap melayani dengan sepenuh hati.
“Fokus utama kami adalah keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan, sehingga pelanggan dapat merasakan mudik yang tenang dan menyenangkan,” ujar Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, Jumat (13/3/2026).

Menurut Tohari, Guna mengantisipasi gangguan cuaca maupun teknis, Daop 7 Madiun melakukan langkah-langkah ekstra, mulai dari menyiagakan 90 Petugas Penjaga Jalan Lintas (PJL) untuk 30 Perlintasan Sebidang, 29 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ), dan 9 Petugas Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) tambahan.
“Material Siaga (AMUS): Menempatkan Alat Material Untuk Siaga di 15 titik strategis yang tersebar di wilayah Daop 7 untuk mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat pada jalur rel,” pungkasnya.
Selanjutnya, Keandalan Sarana: KAI bersama Kementerian Perhubungan telah melakukan Ramp Check. Daop 7 menyiagakan 15 lokomotif (seri CC 201, CC 203, CC 206) serta 136 kereta dalam kondisi siap operasi.
Sesuai kebijakan pusat, KAI menetapkan masa Angkutan Lebaran 2026 selama 22 hari, yang dimulai dari tanggal 11 Maret hingga 1 April 2026. Adapun masa Posko Angkutan Lebaran dimulai dari 11-30 Maret 2026 yang akan difokuskan untuk mengawal puncak arus mudik dan balik guna menjamin keselamatan serta kelancaran operasional. (arb)
