Spread the love

JAWA TIMUR | KABARPLUS – Kabupaten dan Kota di Provinsi Jawa Timur diharapkan memiliki ‘stockist’ beras atau tempat penampungan agar tidak terjadi kelangkaan beras dan bisa menekan inflasi.

Stockist ini akan mampu segera mengucurkan beras ke pasaran untuk mengendalikan lonjakan harga beras yang bisa berpengaruh besar terhadap harga barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (20/2/2023) menyatakan hal ini saat memimpin High Level Meeting (HLN) dan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Bersama Forkopimda Jawa Timur di JW Marriott Hotel Surabaya.

Ia menyampaikan, jika inflasi tidak terkelola, terkendali dan tertangani dengan baik, akan berdampak pada angka kemiskinan di masing-masing daerah. “Kegiatan ini sangat penting untuk mensinkronkan langkah – langkah kepala daerah untuk membangun sinergitas dalam pengendalian inflasi. Untuk itu kami meminta agar Bupati dan Walikota agar sering sering blusukan mengetahui perkembangan pasar,” terangnya.

Inflasi gabungan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim saat ini masih berada di atas target namun tekanan tercatat melandai. IHK di Jatim pada periode Januari 2023 tercatat sebesar 6,41% (yoy), lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2022 sebesar 6,52% (yoy) dan lebih tinggi dari tingkat inflasi nasional sebesar 5,28% (yoy).

Khofifah mengaku geram terakit naiknya harga beras beberapa waktu terakhir. Bahkan disebut-sebut  Jatim sebagai lumbung pangan tengah mengalami krisis stok beras di lapangan. Padahal, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan stok beras di Jatim surplus 3,1 juta ton.

Karena itulah, ia mendorong setiap daerah mempersiapkan stockist di area pasar-pasar rakyat untuk menampung beras. Stockist semacam ini sudah berdiri di Surabaya, Malang Raya dan Gresik. “Kalau ada kebutuhan maka tidak perlu lagi menggerakkan dari Kantor Bulog,” katanya.

Keberadaan stockist tersebut dinilai mampu menstabilkan harga jauh di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Khofifah meminta bupati maupun wali kota memberikan intervensi secara proaktif lewat cara tersebut. Apalagi, jika mereka bisa mempersiapkan dukungan transport sebagaimana tiga wilayah di atas. (kmfjtm/dey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *