KABARPLUS, PONOROGO – Rencana Pemkab Ponorogo membangun RS Lapangan Khusus Covid-19 terus dilakukan. Selasa (13/7/2021) pagi, tim dari BPBD, RS dr. Harjono Ponorogo dan Dinas Kesehatan setempat telah melakukan survei di lokasi bakal didirikannya RS khusus covid ini.

“Sesuai hasil rapat kemarin (Senin, 12/7/2021), pada pukul 09.00 WIB tadi pagi sudah dilaksanakan survei Dan hasilnya dan telah dilaporkan oleh BPBD dan siap untuk segera ditindaklanjuti,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, Selasa (13/7/2021).

Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono
Sekda Kabupaten Ponorogo Agus Pramono (foto:istimewa)

Namun, Agus belum bersedia menyebutkan lokasi yang akan menjadi RS Lapangan ini. Yang pasti lokasi tersebut sudah siap dan memenuhi syarat untuk didirikan RS khusus pasien penderita corona viruse disease 2019.

Apakah di Gedung Sentra UMKM Jalan Trunojoyo seperti santer disebut-sebut warga? Agus kembali enggan berterus terang. Di lokasi ini, saat ini sudah ada shelter covid-19 Ponorogo yang menjadi tambahan dari shelter sebelumnya di bekas gedung Kantor Perpustakaan dan Arsiap Daerah Ponorogo yang jug aberada di Jalan Trunojoyo.

RS Lapangan ini akan dibangun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Yaitu dengan anggaran di pos Dana Tidak Terduga (DTT) BPBD yang total besarannya Rp70 miliar-80 miliar pada 2021 ini. Sedangkan untuk pengisian peralatan dan kelengkapannya akan dilakukan oleh RSUD dr Harjono, Ponorogo. Dana pengadaan alat dan kelengkapan dari anggaran covid-19 tahun 2021.

baca juga : Pasien Membeludak, Ponorogo Segera Bangun RS Lapangan Covid-19

“Insya Allah minggu depan sudah bisa dimulai. Tapi saya akan dorong Kepala BPBD untuk bisa lebih cepat. Paling tidak sudah ada gambar sekat-sekat yang diperlukan seperti apa. Prioritas utama kita adalah membangun (RS Lapangan Covid-19) kapasitas 50 tempat tidur,” imbuh Agus.

Perkiraannya, RS Lapangan akan selesai dalam satu sampai satu setengah bulan. “Yang pasti ini adalah upaya kami untuk penanganan covid-19 yang akhir-akhir ini terus bertambah,” ulasnya.

Agus meminta masyarakat Ponorogo untuk tetap menjalankan protokol kesehatan covid-19 secara ketat dan mematuhi ketentuan dalam PPKM Darurat. Ini untuk menekan angka penularan dan kematian. Apalagi diduga, saat ini varian virus corona yang memapar warga Ponorogo adalah varian delta.

“Varian baru ini (delta)  rupanya sudah masuk ke Ponorogo ini. Indikasinya, sangat cepat menular, sembuhnya lambat dan dalam waktu singkat bisa merenggut nyawa. Banyak korban meninggal,” tutup Agus (KP001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *