KABARPLUS, MADIUN – Pandemi Covid 19 telah menekan berbagai sektor usaha, namun juga membuka berbagai peluang usaha baru bagi sebagian orang.

Bisnis budidaya ikan hias termasuk salah satu peluang usaha baru yang banyak dilirik oleh masyarakat karena menjanjikan keuntungan yang besar apabila ditekuni.

Beberapa ikan hias seperti ikan cupang, guppy dan koi merupakan beberapa jenis ikan hias yang menanjak penjualannya selama masa pandemi. Bahkan bisa memberikan keuntungan fantastis. Dengan optimalisasi budidaya ikan hias bernilai ekonomis tinggi, diharapkan dapat memberikan peningkatan pendapatan dan nilai tambah di masyarakat.

Selain keuntungan ekonomis yang didapatkan, ikan hias juga diyakini dapat menjadi obat stress bagi penikmatnya. Hal ini menjadi penting dalam masa pandemi Covid-19 karena dapat turut menjaga imunitas dan semangat masyarakat dalam menghadapi situasi seperti sekarang

Seperti yang dilakukan Susul setiono (30) pria asal Dusun Darmorejo Selatan Desa Darmorejo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun ini memilih beternak ikan cupang di sela-sela kesibukannya kerja tetapnya sebagai tenaga honorer di salah satu kantor dinas di lingkungan Pemkab Madiun ini.

Memulai usahanya sejak awal tahun 2021, Susul mengaku memanfaatkan kesempatan disela-sela kesibukannya “Usaha ini dimulai dari bulan Januari, saya bersama istri berembug untuk membuat usaha tambahan guna menopang perekonomian kami. Setelah melihat situasai yang ada, kami putuskan untuk bisnis kecil-kecilan jualan ikan cupang dirumah,” kata Susul kepada kabarplus.com, Senin (14/6/2021).

Susul mengaku tertarik mengembangbiakkan ikan cupang karena proses pengembangbiakannya mudah. Selain itu juga, varian warna dari Ikan Cupang yang sangat banyak, menjadikan koleksi Ikan Cupang tampak menarik.

“Ikan Cupang memiliki keistimewaan dengan perawatan yang mudah serta variasi warna yang menarik,” ucapnya. Dia bilang, dengan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat berbasis mikro (PPKM) saat ini, banyak orang mulai melakukan aktivitas dan hobi di rumah. Rasa bosan juga tidak jarang menghampiri.

Namun dengan melihat koleksi ikan cupang, paling tidak dengan harga yang terjangkau bisa menikmati sesuatu yang berbeda dari biasanya. Susul mengatakan, dengan modal yang ia gelontorkan saat itu sebesar Rp 250 ribu kini ia memperoleh keuntungan sekitar Rp 500 sampai dengan Rp750 ribu sebulan.

“Untuk pembeli sendiri kadang dari anak-anak sekitar rumah atau kadang juga dibeli pedagang ikan keliling. Untuk harga eceran, bioasa kami jual Rp 5 ribu sampai dengan Rp 15 ribu/ekornya. Untuk borongan, kami jual Rp2-3 ribu,” kata susul.

Selain dijual langsung kepada pembeli, susul juga beternak ikan cupang di rumahnya. Menurutnya, cara berternak ikan cupang, pertama-tama adalah cara mengawinkan ikan cupang pejantan dan betina umur minimal umur 4 bulan. Namun demikian, jika ingin hasil anakannya bagus, Susul menyarankan agar indukan pejantan dan betinanya harus umur di atas 5 bulan.

“Cara mengawinkan ikan cupang, pertama kali kedua ikan harus ditempatkan didalam ember atau wadah.yang sudah berisi air selama sehari. Selanjutnya, ikan betina ditaruh dalam gelas aqua berisi air. Berikitnya ikan cupang pejantam dilepas di area betina supaya memgelilingi ikan betinanya selama sehari. Setelah itu, keduanya dilepas dan dijadikan satu dengan harapan bisa segera kawin,” jelasnya.

Menurut susul, tanda ikan mau berjodoh si pejantan mengeluarkan gelembung di area sekitar air yang nantinya bergungsi untuk menyimpan telur. “Proses perkawinan ikan cupang hanya beberapa jam mulai dari pukul 07.00 Wib sampai dengan pukul 11.00. Selanjutnya, selama proses perkawinan sibetina dikasih makan jentik nyamuk untuk merangsang agar telur dibuahi dan segera menetas,” imbuhnya.

Susul mengatakan, pengaruh ikan jika dikasih makanan jentik nyamuk agar sittelur memiliki kualitas baik dan bisa menetas semuanya. Selain itu, bisa meningkatkan jumlah telur di dalam perut si betina itu sendiri.

“Jika dikasih makakan pelet, proses pemenuhan telur di dalam perut si betina mencapai waktu 2 minggu lebih. Tapi, jika dikasih jentik nyamuk hanya butuh waktu seminggu saja,” kata Susul.

Apabila si betina sudah mengeluarkan telur tersebut, maka peran si pejantan adalah segera memindahkan semua telur-telur tersebut di dalam gelembung yang sudah dibuat oleh ikan pejantan tersebut. Proses berikutnya, peran si jantan adalah membuahi dan menunggu telur tersebut sampai menetas.

Selama pemijahan, kedua indukan tidak diberi makanan apapun. Hal ini bertujuan agar tidak muncul bakteri sehingga mempengaruhi kualitas air. Selama proses kawin kualitas air tetap dijaga dengan memberikan garam ikan dan obat biru juga dikasih daun ketapang yang berfungsi memberikan kekebalan tubuh pada ikan itu sendiri.

Jika indukan betina sudah memgeluarkan telur-telur tersebut, indukan betina harus segera dipindahkan ke tempat lain. Hal ini guna mencegah indukan betina memakan telur-telur tersebut. “Ikan akan menetas pada umur 2 hari saja. dan ikan kecil yang sudah berumur 6 hari baru dikasih makan jenis artemia atau infusoria jenis makan anakan kecil yg biasa beli toko jual ikan hias. Sedangkan anakan ikan yang sudah berumur 21 sampai 36 hari bisa dikasih makan kutu air dan cacahan cacing sutera,” beberapa Susul.

Jika anakan ikan tersebut sudah berumur 3,5 bulan, anakan ikan cupang tersebut bisa dipindahkan ke dalam wadah botol air miineral.Tapi selama proses penetasan, bisa ditempatkan ke dalam kotak styrofoam, kolam semen atau box yg lainnya.

”Selama proses penetasan, kotak ikan ditaruh di luar agar terkena sinar matahari dengan harapan ikan sehat dan pertumbuhan ikan semakin baik,” ujarnya.

Tidak lupa, ia memberikan wejangan bagi siapapun yang ingin memulai bisnis atau usaha ikan cupang agar selalu tekun dalam perawatan ikan, selalu update dengan permintaan pasar dan meningkatkan pelayanan kepada konsumen. (KP006)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *