PONOROGO, KABARPLUS – Akibatnya covid-19, kondisi ekonomi memang makin sulit. Karenanya, masyarakat diminta untuk menahan diri dan ‘berpuasa’.

“Saat ini semua sambat (mengeluh). Pengusaha sambat, pengusaha restoran sambat, dalang sambat, penyanyi sambat, orang yang ingin hajatan sambat. Tapi baiklah kita puasa sejenak. Nanti setelah COVID-19 bisa ditekan, saya yakin kita akan pilih kembali,” ungkap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, saat menjadi Pimpinan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Pendisiplinan Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 dan Perpanjangan PPKM Mikro Guna Menekan Penyebaran Covid-19 di Paseban Aloon-Aloon Ponorogo, Kamis (11/3/2021).

Sugiri meminta masyarakat Ponorogo untuk makin meningkatkan kedisiplinannya dalam melaksanakan protokol kesehatan covid-19. Hal ini agar jumlah paparan covid-19 bisa ditekan. Dengan begitu Ponorogo segera memasuki zona hijau covid-19 dan perekonomian segera pulih.

Tuntut Hajatan Diizinkan, Ratusan Pekerja Seni di Madiun Lurug Bupati

Lebih lanjut dikatakannya, apel pasukan yang dilaksanakan juga menunjukkan kekompakan seluruh pihak dalam melawan covid-19. Juga untuk membuat masyarakat lebih disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Ia berharap, seluruh masyarakat bersama TNI, Polri, dan Pemkab Ponorogo bisa bekerja sama, bergotong-royong dalam menanggulangi covid-19. Sebab, dengan kebersamaan, tidak ada yang sulit untuk dikerjakan.

“Kita akan bergerak bersama. Semua akan disiplinkan,” ujarnya.

Tangani Covid, Anggaran Belanja Dinas-Dinas di Ponorogo Dikepras Rp70 M

Ia menyadari, sampai saat ini Ponorogo masih menempati posisi teratas jumlah pasien aktif covid-19 di Jawa Timur. Hal ini menuntut kesadaran dan kedisiplinan yang luar biasa dari masayrakat untuk bisa turut menekan angka pasien covid-19 ini.

“Jumlah pasien covid-19 di Ponorogo ini terus menurun, tapi kita masih nomor satu di Jatim. Maka kalau nanti ada warga yang tidak disiplin ya akan disiplinkan,” katanya.(KP001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *