MADIUN, KABARPLUS – Pandemi bukan halangan untuk makin produktif. Buktinya, Kelompok pembudidaya ikan Sidodadi Desa Kedondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun justru berhasil mengekspor ikan lele ke Jepang.

Menurut Kepala Desa Kedondong, Siti Khuzaimah (53) ekspor ikan lele dilakukan sejak tahun 2020, setelah terkena efek negatif dari pandemi covid-19.

“Kita ekspor ikan lele ke Jepang melalui kerjasama dengan pabrik di Kota Surabaya mulai tahun 2020. Berawal dari situasi pandemi Covid-19 membuat harga turun karena permintaan pasar lokal berkurang. Langkah kita kemudian mencari solusi sehingga menemukan peluang ekspor ke Jepang” kata Siti Khuzaimah, Jumat (5/3/2021).

Jukir di Kota Madiun Wajib Ramah, Maidi : Kita Sedang Prioritaskan Wisata

Menurut Siti Khuzaimah, kapasitas ikan lele yang diekspor oleh kelompok pembudidaya ikan Sidodadi ke Jepang antara 1 ton hingga 8 ton ikan lele setiap bulannya. Ukurannya dalam setiap kilogram berisi sekitar 6-7 ekor ikan lele.

“Untuk harga ikan lele ekspor ada bedanya dengan harga tingkat lokal. Harga ikan lele di pasar lokal setiap kilogramnya antara Rp14.000-Rp16.000. Sedangkan ikan lele yang ekspor melalui pabrik setiap kilogramnya antara Rp18.000-Rp19.000, ” imbuh Siti Khuzaimah.

Siap-Siap, Lansia Ponorogo Bakal Divaksin Covid-19

Dari data Pemerintah Desa Kedondong jumlah pembudidaya ikan air tawar di desa tersebut sekitar 30 orang dan tergabung dalam 2 kelompok. Jenis ikan yang dibudidayakan cukup beragam, mulai dari ikan konsumsi hingga ikan hias. (KP005)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *