SENIN PAGI (15/5/2017) sejumlah petugas Pemadam Kebakaran dan Dinas Satpol PP Kabupaten Ponorogo masih terus melakukan pembasahan di sela-sela puing-puing gedung Pasar Legi Songgolangit Ponorogo.

Asap putih masih tampak dari onggokan abu dan arang yang jadi jejak api semalam. Dinding dan lantai masih terasa hangat, bahkan panas. Besi, kawat, papan, kayu dan berbagai arang barang jualan para dagang seolah maish menjadi bara yang masih siap memancarkan api. Rangka gedung dan genting berserakan.

Pasar Legi Songgolangit Ponorogo Terbakar, Rekaman Peristiwa Kala Itu (1)

Hari itu, polisi menutup rapat sekeliling gedung pasar. Penyidik dari Polres Ponorogo dan Polda Jatim dihadirkan. Sejumlah barang berkali-kali terlihat dibawa keluar dan dimasukkan ke dalam mobil polisi.

Pada kebakaran malam usai tarawih itu sebanyak 575 kios dan lapak terbakar habis. Jumlah ini adalah lebih dari separuh dari 1.103 lapak di utara dan selatan.

 

 

“Yang kena itu di bagian selatan di dua lantai. Bawah 241, atas 334. Yang berupa toko di bagian selatan, yang menghadap barat tidak kena. Kerugian belum bisa diperkirakan. Untuk penyebab, kita tunggu dari Labfor Polda Jatim ya,” ujar Kepala Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Ponorogo, saat itu.

Beberapa waktu kemudian, polisi menyebut sumber api pada kebakaran itu adalah sebuah tungku dari sebuah warung makan. Kasat Reskrim Polres Ponorogo pada saat itu, AKP Rudy Darmawan, mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim, diketahui sumber api berasal dari tungku masak yang baranya belum padam tapi sudah ditinggal pedagangnya.

Percepatan Penyelesaian Pasar Legi Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

“Penyebabnya dari tungku. Bukan korslet listrik, bukan unsur kesengajaan. Hasil sementara masih tungku salah satu pedagang,” kata Rudy Darmawan.

Tungku memasak milik pedagang makanan itu berada di lantai satu. Diduga, pemilik warung makan tidak mengetahui jika api di tungku belum benar-benar padam. Sehingga apinya menjalar dan mengakibatkan kebakaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *