PONOROGO, KABARPLUS – Rumah karantina atau shelter II di Kabupaten Ponorogo yang berada di Sentra Industri Kecil Ponorogo akhirnya resmi beroperasi. Setelah sempat tarik ulur dengan para pengrajin, pada Rabu (3/2/2021), fasilitas ini diluncurkan penggunaannya oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Shelter tersebut berkapasitas 74 tempat tidur yang terbagi atas 12 kamar. Rumah karantina ini ditujukan bagi pasien terkonifrmasi positif denggan gejalan ringan atau bahkan yang tanpa gejala atau OTG.

“Keberadaan shelter ini sangat dibutuhkan untuk penanganan covid-19 mengingat kasus aktif covid-19 di Ponorogo masih sangat tinggi,” ungkap Ipong acara.

Dengan kapastias yang ada, dipastikan shelter ini akan langsung penuh. Sebab, saat ini pasien positif covid-19 yang harus menjalani isolasi sudah mengantre.

Setelah shelter kedua ini sebanyak 19 orang pasien isolasi di shelter I yagn berada di eks-kantor BKKBN akan dipindahkan ke tempat yang baru tersebut. Ipong menjelaskan meskipun Sehlter II di Tambakbayan ini mempunyai kapasitas 74 tempat tidur, dipastikan belum mencukupi kebutuhan saat ini.

“Dari 250-an penderita yang saat ini menjalani isolasi mandiri bila dikurangi 74 pasien yang dikarantina di sini maka masih tersisa 170 pasien lebih yang masih harus isolasi mandiri di rumah,” ungkapnya.

Meski begitu, Ipong berharap pengoperasian shelter Tambakbayan bisa mengurangi penulaan covid- 19, khusunya dari klaster keluarga. Pasien isolasi mandiri rawan menularkan kepada anggota keluarga yang lain jika rumahnya tidak memenuhi syarat.

Persiapan shelter II atau shelter Tambakbayan ini memerlukan waktu sekitar dua bulan, Mulai dari Tarik ulur dengan para pengrajin sampai pernyiapan peralatan dan kelengkapan sebagai shelter. (KP001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *