PONOROGO, KABARPLUS – Kondisi penyebaran virus corona di Ponorogo makin memprihatinkan. Penyebarannya tidak terkendali. Pemerintah setempat berencana meningkatkan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan hingga ke tingkat desa. Satgas Covid-19 Desa tak boleh kendor dalam mewaspadai penyebaran penyakit yang belum ada obatnya ini.

“Satu pekan lalu yang melakukan isolasi (perawatan) di shelter cuma 7 orang, sekarang ini sudah mencapai 40 orang lebih. Saya sangat prihatin. Ini mengkhawatirkan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Soedjarno, Senin (23/11/2020).

Soedjarno mengatakan, saat ini muncul klaster-klaster yang tersebar di  sejumlah titik di Ponorogo. Ada beberapa klaster keluarga, klaster RT sampai klaster kantor. Bahkan ada dua pasien yang meninggal akibat terinfeksi virus corona seri 2019 ini.

“Termasuk ada ketua KONI Ponorogo (Agus Yahya) yang meninggal (karena covid-19). Itu ada penyakit penyerta ya. Tapi apapun, ini mengkhawatirkan,” ungkap Soedjarno mengulangi sambil menyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya Agus Yahya.

Untuk itu, lanjut Soedjarno, ia akan segera berkoordinasi dengan seluruh pemangku wilayah. Ia akan mengumpulkan para camat, kepala desa dan kepala kelurahan untuk membicarakan persoalan ini.

“Intinya saya akan minta agar semua pihak tanpa terkecuali untuk meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Desa (pemerintah desa melalui Satgas Covid-19) harus makin mengetatkan pengawasannya kepada warganya. Semua harus waspada,” kata Soedjarno.

Pihak TNI, Polri dan Satpol PP juga akan diintensifkan kembali untuk melakukan razia protokol kesehatan. Sebab, ditengarai penularan yang terjadi akhir-akhir ini terjadi akibat longgarnya kedisiplinan masyarakat atas protokol kesehatan.

Data paling mutakhir, per Sabtu (21/11/2020) terdapat penambahan 8 orang pasien baru yang terkonfirmasi covid-19. Akibatnya, jumlah total kasus positif covid-19 di Ponorogo menjadi 593 orang, yang sudah sembuh 528 orang, meninggal 21 orang dan yang menjalani isolasi atau perawatan mencapai 44 orang.

Pemkab Ponorogo mengimbau seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penularan, menghindari kerumunan, melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), dan tidak segan-segan menegur orang di sekitar yang tidak disiplin terhadap protokol kesehatan. (kp001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *