Para PJL di PT KAI Daops 7 Madiun saat mengikuti Pembinaan Terpadu, Sabtu (7/3/2026).
Spread the love

MADIUN | KABARPLUS – Ratusan PJL atau Petugas Jaga Lintasan (PJL) alias penjaga jomplangan sepur di wilayah PT KAI Daops 7 menjalani Pembinaan Terpadu PJL, Sabtu-Minggu (7-8/3/2026). Kegatan ini dilakukan demi menghadapi peningkatan frekuensi perjalanan KA selama masa mudik-balik lebaran pada 2026 ini. Kegiatan dilaskanakan serentak di dua wilayah strategis, yakni Madiun dan Blitar.

Wilayah Madiun mencakup wilayah Kabupaten Ngawi, Madiun, Nganjuk, Jombang, dengan jumlah personel dengan Internal KAI sebanyak 99 Orang. Adapun pelaksanaan Wilayah Blitar diselenggarakan di UPT Crew KA dengan jumlah personel PJL sebanyak 104 orang.

Para PJL di PT KAI Daops 7 Madiun saat mengikuti Pembinaan Terpadu, Sabtu (7/3/2026)

Langkah ini diambil untuk memotivasi personel lapangan serta memastikan kesiapan mental dan profesionalisme dalam menghadapi peningkatan frekuensi perjalanan KA selama masa mudik-balik lebaran. Bagi PT KAI, keselamatan adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar

“Peningkatan disiplin, kewaspadaan, dan kepatuhan terhadap prosedur kerja adalah kunci. Setiap petugas harus menjalankan tupoksi dan SOP dengan sebaik-baiknya demi menjamin keamanan pelanggan dan masyarakat,” tegas Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi, Rabu (11/3/2026).

Manager Humas Daops 7 Madiun, Tohari menjelaskan, pengamanan lebaran arus mudik dan balik juga akan melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun. Menurutnya, dengan adanya kolaborasi ini sangat krusial mengingat perlintasan sebidang merupakan titik pertemuan arus lalu lintas jalan raya dan jalur kereta api yang rawan.

“Kami menyadari bahwa tantangan di perlintasan sebidang akan meningkat drastis saat arus mudik. Oleh karena itu, melalui pembinaan ini, kami ingin memastikan para petugas tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan mental yang kuat untuk melayani dengan sabar namun tetap tegas demi keselamatan bersama,” ujar Tohari. (arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *