MADIUN | KABARPLUS – Komisi Prmilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun menekankan pentingnya segmen keagamaan dalam menjaga kerukunan dan kestabilan sosial di masa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada 27 November 2024 mendatang.
Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Madiun, Luky Noviana Yuliasari mengatakan, Pelaksanakan sosialisasi Pilkada yang menyasar segmen keagamaan dihadiri sejumlah tokoh keagamaan memiliki pengaruh kuat di komunitasnya, seperti pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Diharapkan pemilih dari kelompok keagamaan ini nantinya dapat lebih aktif berpartisipasi dalam Pilkada.
“Diharapkan para tokoh agama ini nantinya bisa mengajak para jemaatnya yang ada dikomunitasnya maupun masyarakat untuk berbondong bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).” Kata Luky, Jum’at (15/11/2024).
Tidak hanya itu saja, lanjutnya, kami juga mengajak seluruh komponen masyarakat maupun para pemuka agama ini nantinya bisa membantu sekaligus menyampaikan pesan pentingnya pilkada yang bersih, jujur, dan adil, serta mendorong umat untuk menggunakan hak pilih dengan bijak.
“Serta edukasi yang berbasis nilai-nilai toleransi, perdamaian, dan persatuan untuk menciptakan suasana pilkada yang kondusif dan menghindari isu-isu yang berpotensi memecah belah.”ujarnya.
Menururnya, Sosialisasi ini bukan hanya untuk meningkatkan jumlah pemilih, tetapi juga untuk memastikan masyarakat memahami visi dan misi calon pemimpin mereka. “Kita berharap semua pemilih dapat menggunakan hak pilihnya dengan baik dan menjadikan pilkada sebagai wadah untuk memilih pemimpin yang mampu memajukan daerah,” tegasnya.(arb)