MADIUN | KABARPLUS – Sebuah SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Kabupaten Madiun memutuskan untuk ‘mogok’ alias berhenti beroperasi. Hal ini sebagai akibat belum diterimanya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG tersebut adalah SPPG Mejayan 02 yang mulai Rabu (22/4/2026) akan menghentikan pasokan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekolah-sekolah yang selama ini dilayaninya.
Penghentian operasional ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan No.001/SPPG-MJY/IV/2026 yang menyatakan bahwa mulai Rabu 22 April 2026 resmi tidak beroperasional namun tidak mnyebut sampai kapan ‘mogok’ ini akan dilakukan. Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala SPPG tersebut dinyatakan, SPPG Mejayan 02 akan beroperasional seperti semula apabila dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) telah diterima kembali.
Masyarakat yang selama ini menerima MBG dari SPPG ini sempat terkejut saat menerima surat yang beredar santer dari handphone ke hanphone ini, terutama di circle wali murid yang anaknya bersekolah di sekolah yang terlayani MBG oleh SPPG Mejayan 02. Apalagi tidak terdapat kepastikan kapan MBG akan diterima kembali. Namun, sejauh ini belum ada pihak SPPG Mejayan 02 yang bersedia memberikan keterangan resmi tentang peredaran surat ‘mogok’ dari SPPG Mejayan 02 yang ditujukan kepada kepala-kepala sekolah penerima MBG.
Menyikapi terhentinya program MBG di SPPG Mejayan 02 ini, sejumlah wali murid mengaku pesimis dengan keberlangsungan program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut. Bahkan mereka menilai, program ini hanya menghabiskan anggaran saja.
“Paling-paling, kalau Presiden Prabowo sudah tak menjadi Presiden (tidak menjabat) lagi, program MBG ini akan berhenti juga,” ujar Suyati.
Sedangkan wali murid lain mengaku akan kembali ke kebiasaan lama untuk anaknya. Yaitu akan membawakan kembali bekal dari rumah. “Kalau tidak ada MBG, ya dibawakan bekal lagi dari rumah, seperti kebiasaan yang dulu lagi,” ujar Dewi. (arb/foto: istimewa)
