Spread the love

MADIUN | KABARPLUS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kini mulai menerapkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) guna mempermudah dan mempercepat proses boarding atau masuk penumpang kereta api jarak jauh dan lokal.

“Dengan teknologi ini, penumpang cukup memindai wajah mereka di gerbang face recognition tanpa perlu menunjukkan tiket fisik atau identitas diri, sehingga proses masuk ke area peron menjadi lebih cepat dan efisien,” ujar Rokhmad Makin Zainul, Manajer Humas Daop 7 Madiun, Kemarin.

Penerapan face recognition ini memiliki nilai keuntungan bagi para pelanggan maupun perusahaan karena fasilitas ini ramah lingkungan, mengingat penumpang tidak perlu mencetak tiket atau boarding pass, sehingga dapat mengurangi pemakaian kertas. “Hal ini tentunya sejalan dengan program perusahaan terkait pembangunan berkelanjutan atau sustainability goals/SDGs,” jelas Zainul.

Untuk menggunakan layanan pengenalan wajah, Zainul menjelaskan bahwa penumpang perlu melakukan registrasi terlebih dahulu. Registrasi dapat dilakukan di stasiun dengan bantuan petugas atau melalui aplikasi Access by KAI.

Zainul menambahkan, untuk Semester II Tahun 2025 diprogramkan penambahan fasilitas face recognition di Stasiun Blitar dan Kediri, serta tahun 2026 di Stasiun Tulungagung.

“Penerapan teknologi face recognition ini merupakan upaya PT KAI untuk meningkatkan pelayanan dan efisiensi operasional di stasiun-stasiun utama, sehingga pengalaman perjalanan penumpang menjadi lebih nyaman dan lancar,” tuturnya.(Arb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *