Spread the love

MADIUN | KABARPLUS – Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengakui konsep pengembangan Desa wisata yang berada di Desa Gunungsari di Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun cukup unik dan memiliki wisata tradisi budaya Jawa penuh edukasi. Atas keberhasilan itulah, Desa wisata Gunungsari berhasil masuk 50 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 setelah bersaing dengan 6.016 desa wisata di seluruh provinsi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto, Minggu (28/7/2024) saat berada di Madiun. Hariyanto menyatakan, konsep wisata Desa Gunungsari berupa Pasar Pundensari mempresentasikan kekuatan masyatakat pedesaan dengan cara merawat budaya asli orang jawa yang penuh kearifan lokal dan adat istiadat.

“Konsistensi dan komitmen dari kebudayaan setempat ini dapat memastikan sebuah desa yang dikelola dengan strategi pengembangan Desa Wisata. Di sini, masyarakat dilibatkan secara maksimal dan masyarakat yang melakukan aktifasi, masyarakat yang melakukan atraksi sekaligus juga dengan unsur pemerintah dan para pemangku kepentingan bercampur satu padu dengan pengelolaan desa wisata.,” kata Hariyanto.

Desa wisata Gunungsari berhasil masuk 50 besar dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 setelah bersaing dengan 6.016 desa wisata di seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut dia, konsep Desa Wisata Gunung Sari yang diusung inilah yang akan menggaransi desa wisata yang eksis, terus maju dan berkembang. “Desa wisata ini, memulainya, komitmennya berbasis budaya. Kenapa demikian? karena kesadaran akan berbudaya yang harus dilestarikan. Hal ini dibuktikan dengan masih dilestarikannya artefak artefak asli budaya jawa. Secara filosofi Wisata ini benar benar tumbuh dan diwariskan oleh para leluhur kita untuk dijaga dan dirawat,” katanya.

Pasca diumumkannya, Desa Wisata Gunungsari masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, maka akan terus dilakukan pendampingan. Pendampingan atau intervensi menjadi bagian melekat dari komitmen bukan saja dari Pemerintah. Tapi dari semua pihak yang terlibat mulai dari Pemerintah Kabupaten maupun Pemprov Jatim.

“Kemenparekraf dengan dilaksanakannya ADWI ini ada bentuk secara konkret untuk desa wisata wisata yang masuk ke dalam 50 besar ini, salah satunya akan memberikan program bantuan pemerintah untuk mendukung fasilitas prasarana 3A, yakni sarana Atraksi, Aksebilitas dan Amenitas,” kata Hariyanto.

Dijelaskannya, Penilaian ADWI 2024 berdasarkan pada lima kategori. Pertama kategori daya tarik desa wisata yang meliputi atraksi pariwisata dan ekonomi kreatif, kedua kategori amenitas yaitu kesiapan fasilitas dan pelayanan dan ketiga kategori digital yaitu pemanfaatan teknologi digital pada penyelenggaraan desa wisata maupun sebagai sarana promosi desa wisata.

Selanjutnya kategori SDM dan kelembagaan yaitu pemberdayaan SDM, mendukung kesetaraan gender, guna meningkatkan lapangan pekerjaan dan penguatan kelembagaan, serta kelima kategori terbaru yakni resiliensi yaitu ketahanan desa menghadapi risiko alam maupun non-alam serta memperhatikan isu lingkungan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. (arb/rio).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *