KABARPLUS | PONOROGO – Belum juga resmi dibuka, pemanfaatan Pasar Legi sudah menuai persoalan. Kali ini berupa penolakan relokasi para pedagang dari Pasar Eks-Stasiun menuju gedung di seberangnya demi face off ruas bagian barat Jalan Soekarno-Hatta, Ponorogo, paling selatan tersebut.

Hal ini terungkap dalam musyawarah antara Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo dengan perwakilan 24 pedagang pertokoan dan warung Pasar Eks-Stasiun Ponorogo pada Kamis (26/8/2021) siang di kantor pengelola Pasar Legi.

Kabid Pasar Disperdagkum Kabupaten Ponorogo Fitri Nurcahyo dalam penjelasannya menguraikan rencana dari Bupati Ponorogo melalui Kepala Disperdagkum terkait penataan wajah kota Ponorogo agar lebih indah dan tidak semrawut. Adapun sasaran penataan tersebut adalah pertokoan dan warung Pasar Eks-Stasiun yang menghadap ke timur karena selama ini setiap pagi lokasi tersebut tampak semrawut dan macet.

Pertimbangannya, saat ini jalanan tersebut selalu dipenuhi dengan pedagang dadakan yang berada di trotoar. Juga parkir motor pembeli yang sembarangan di tepi jalan sehingga akses jalan menjadi sempit

Untuk mewujudkan rencana tersebut akan dilakukan relokasi 24 pertokoan dan warung di Pasar Eks-Stasiun. Mereka akan diarahkan untuk masuk ke Pasar Legi yang baru atau dimasukkan ke bagian dalam Pasar Eks-Stasiun.

Musyawarah berjalan alot. Perwakilan pedagang, Anang, menyanggah rencana ini. Ia mempertanyakan wewenang Pemkab Ponorogo yang ikut mengurusi para pedagang dan warung di lokasi tersebut. Sebab menurutnya, mereka melakukan kontrak sewa lahan dengan PT. Kereta Api Indonesia, bukan dengan Pemkab Ponorogo.

Ia juga menyatakan siap untuk mendukung program Bupati Ponorogo untuk menata keindahan kota Ponorogo. Namun, mereka ingin diberi tahu konsep yang ditawarkan. Tidak perlu dengan gambar yang rinci, cukup gambar sederhana. Ini penting agar mereka bisa memahami keinginan Pemkab Ponorogo.

Selain itu, mereka meminta untuk tetap diizinkan berjualan menghadap ke Timur jika memang harus memundurkan bangunan pertokoannya. (KP001-foto : istimewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *