MADIUN, KABARPLUS – Sebanyak 11 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dinyatakan positif covid-19. Guna memutus mata rantai penularan, pihak RSUD Caruban menutup pelayanan IGD selama 24 jam lamanya.

Ke-11 nakse tersebut, satu orang bidan, satu dokter penyakit dalam dan sembilan orang perawat. Tujuh tenaga kesehatan di antaranya berasal dari ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Berikutnya, tiga tenaga kesehatan dari ruang ICU dan satu tenaga kesehatan dari ruang laboratorium.

“Satu tenaga kesehatan diantaranya sudah sembuh,”ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Caruban, Farid, Kamis (7/1/2021).

Dengan banyaknya nakes yang terpapar inilah, pihak RSUD Caruban terpaksa menutup pelayanan instalasi gawat darurat selama 24 jam lamanya. Hal ini guna memutus mata rantai penularan.

“Kita tutup sementara waktu, mulai Rabu (6/1/2021) pukul 19.00 Wib sampai dengan Kamis (7/1/2021) pukul 18.00 WIB. Penutupan untuk dilakukan general cleaning. Semua kita bersihkan, semua ruangan kita semprot disinfektan. Setelah semuanya dinyatakan aman dan steril, pelayanan dibuka seperti biasa,” ujar Farid.

Dijelaskannya, untuk penanganan pasien covid-19, Pihak RSUD Caruban sudah menyiapkan Ruang Widjaya Kusuma. “Di ruang Widjaya Kusuma bisa ditempati sebanyak 15 pasien,” imbuhnya.

Tidak hanya itu saja, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien covid-19 ini, pihak RSUD Caruban tengah menyiapkan Ruang IGD lama untuk dijadikan ruang perawatan.

Disinggung kesiapan sejumlah tenaga medis di RSUD Caruban, Farid menjelaskan, akan melakukan pergeseran sejumlah tenaga medis dari beberapa ruangan di RSUD Caruban. ”Ketika ada nakes yang dirawat, maka akan di-back up tenaga kesehatan dari ruangan lain,” ujarnya. (kp-004)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *