PONOROGO, KABARPLUS – Ponorogo mencatatkan rekor penambahan kasus positif covid-19 terbanyak dalam satu hari di mana asal pasiennya sangat beragam. Enam orang di antaranya meninggal akibat covid-19.

Dalam rilis pers-nya tertanggal 29 November 2020, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Soedjarno mengatakan, pada hari Minggu (29/11/2020) terdapat 11 orang yang sembuh. Namun, pada saat yang sama, terdapat 25 orang pasien baru yang dinyatakan terkonfirmasi menderita covid-19. Jumlah ini membuat Ponorogo mencatat jumlah terbanyak kedua penambahan jumlah kasus baru setelah klaster Gontor di Juli lalu.

Selama sepekan lalu, jumlah pasien positifk di Ponorogo bertambah sebanyak 68 orang.  Terdapat enam kasus meninggal akibat covid-19. Baik yang telah diketahui terkonfirmasi sejak masih hidup maupun yang baru muncul hasil swabnya setelah pasien meninggal.

Dirincinya, khusus pada Minggu (29/11/2020), ada 25 jasus baru. Sebanyak 12 di antaranya berasal dari satu klaster, yaitu klaster perkantoran. Ada 7 orang dari Kecamatan Ponorogo, 1 orang dari Kecamatan Babadan, 1 orang dari Kecamatan Sambit, 1 orang dari Kecamatan Sooko,1 orang dari Kecamatan Mlarak, dan 1 orang dari Kecamatan Jenangan. Mereka diketahui positif setelah dilakukan pengambilan swab untuk pemeriksaan PCR semuanya di nyatakan konfirm covid-19.

“Semuanya merupakan rekan kerja satu kantor atau klaster perkantoran, hasil dari tracing kontak erat kasus konfirm covid-19 yang meninggal dunia beberapa hari lalu (seorang PNS di Pemkab Ponorogo),” kata Soedjarno.

Masih dari klaster perkantoran, ada dua orang positif covid. Mereka merupakan keluarga dari pasien hasil tracing kontak erat klaster perkantoran.

Sebelas pasien lain didapati positif dari berbagai sebab. Ada yang melakukan rapid test karena suspek dan ternyata positif, ada pasien yang akan operasi kemudian di rapid test dan reaktif, dan sebagainya. Ada pula bayi berusia dua bulan yang juga positif. Diduga kuat, bayi merah ini tertular dari ibunya yang seudah lebih dulu dinyatakan positif covid-19.

“Ada juga satu orang yang kita umumkan hari ini sebagai pasien positif covid-19 tapi beliau sudah meninggal beberapa hari lalu,” terang Soedjarno. Pasien ini seorang PNS yang diduga sumber klaster perkantoran.

“Kelengahan dan keteledoran dalam menjalankan protokol kesehatan membuat penularan dan jumlah kasus covid-19 semakin banyak,” imbuh Soedjarno.

Dengan penambahan ini, jumlah kasus aktif dan menjalani isolasi sebanyak 63 orang. Total kasus hingga Minggu (29/11/2020) adalah 661 pasien. Jumlah yang sembuh 571 orang, dan meninggal 27 orang.

“Terus disiplin protokol kesehatan, hindari kerumunan,” kata Soedjarno. (kp001)

TOTAL KASUS PER Minggu (29/11/2020)  = 661

SEMBUH = 571 (86,4%)

MENINGGAL = 27 (4,1%)

ISOLASI = 63 (9,5%)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *