Wow, 5 Hari Tambah 22 Pasien Positif Covid-19 di Ponorogo

Pemeriksaan rapid test massal di Ponorogo beberapa waktu lalu. (foto : istimewa)

KABARPLUS – Kasus positif covid-19 di Ponorogo melonjak dalam lima hari terakhir. Tercatat, ada 22 kasus baru sejak Sabtu (22/8/2020) sampai Rabu (26/8/2020) Total pasien positif pun mencapai 253 orang.

Hal ini dijelaskan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dalam rilis yang Rabu (26/8/2020) menjelang tengah malam. Ke-22 pasien adalah hasil catatan selama lima hari terakhir, terhitung mulai 22 Agustus 2020 hingga 26 Agustus 2020.

Bupati Ipong meminta seluruh warga  untuk tetap waspada dan saling menjaga. “Ayo tetap waspada, saling menjaga, saling peduli, saling melindungi untuk mewujudkan Ponorogo merdeka dari corona!!” tuturnya.

Para pasien terdiri dari berbagai usia dan berasal dari berbagai daerah di Ponorogo. Termasuk dari berbagai profesi. Ada yang semula melakukan tes rapid atas kesdaran sendiri, ada pula yang merupakan kontak erat pasien yang sudah positif di waktu sebelumnya.

Selain itu ada pula 4 pasien dinyatakan sembuh. Yaitu pasien nomor 224 (Tambakbayan), pasien nomor 225 (Nglurup, Sampung), pasien nomor 227 (Campurejo Sambit) dan pasien nomor 230 (Babadan).

Bupati Ipong menyatakan, agar tetap aman dari covid-19 ketika harus beraktivitas keseharian di luar rumah, maka warga diminta menyiapkan beberapa helai masker kain sebagai persediaan sehari-hari. Kemudian harus disiplin memakai masker dengan benar dan tepat. Tidak lupa pula selalu jaga jarak aman dan rutin cuci tangan memakai sabun di ari mengalir.

Yang tidak kalah penting adalah selalu meningkatkan imunitas tubuh dengan olahraga, gembira dan berpikir positif, mengkonsumsi makanan yang bernutrisi dan istirahat yang cukup. Juga harus menerapkan extra disiplin terhadap protokol kesehatan jika terpaksa harus pergi / pulang dari zona merah. Tidak boleh ketinggalan pula selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Berikut rincian penambahan pasien yang dinyatakan positif.

Data Sabtu, 22 Agustus 2020:

  1. Laki-laki, 49, (Tonatan, Ponorogo). Tidak ada riwayat keluar kota. Sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Tterminal Seloaji. Tanggal 19 Agustus 2020 dilakukan rapid test didapatkan hasil reaktif. Lalu hari itu juga dilakukan swab di RSUA.
  2. Perempuan, 34, (Kertosari, Babadan). Riwayat kontak erat pasien konfirm no. 223.
  3. Laki-laki, 37, (Tambang, Pudak). Pada 12 Agustus 2020 tiba dari Surabaya. Keesokan harinya atas inisiatif sendiri melakukan rapid test di Puskesmas Pudak dan didapatkan hasil reaktif lalu dilanjutkan dengan tes swab dan didapatkan hasil positif.
  4. Laki-laki, 37, dari Sukosari (Kauman), riwayat kontak erat pasien konfirm no. 211.
  5. Laki-laki, 15, dari Plancungan (Slahung), riwayat kontak erat pasien konfirm no. 226.
  6. Laki-laki, 45, dari Demangan (Siman), pasien suspek dengan keluhan mual-mual, demam naik turun dan nyeri epigastrik, batuk. Setelah berobat ke dokter praktek swasta tidak membaik kemudian dirujuk dan dirawat ke RS. Pasien meninggal pada 20 Agustus 2020. Tdk ada riwayat dari luar kota.
  7. Laki-laki, 56, dari Demangan (Siman). Pasien mengeluh tidak enak badan, konsultasi ke dokter dan periksa lab awalnya diagnosa tipus. Karena tidak membaik disarankan ke RS. Tidak ada riwayat bepergian maupun kontak erat dengan pasien konfirm covid-19.

Data Minggu, 23 Agustus 2020 :

  1. Laki-laki, 32, Poko (Jambon), rapid mandiri dan hasilnya reaktif. Tiga minggu sebelumnya tiba dari Surabaya.
  2. Laki-laki, 28, Ronowijayan, Siman. Riwayat kerja di Bali. Pulang ke ponorogo dan melakukan rapid test di klinik swasta dengan hasil reaktif.
  3. Perempuan, 44, Polorejo (Babadan). Riwayat kontak erat pasien konfirm no. 211.
  4. Perempuan, 49, Kauman, Ponorogo, kontak erat pasien konfirm no. 223.

Data Rabu, 26 Agustus 2020 :

  1. Laki-laki, 19, Maron, Kauman. Rapid mandiri reaktif di Puskesmas Kauman.
  2. Laki-laki, 27, Carat, Kauman. Kontak erat pasien konfirm no. 229.
  3. Perempuan, 17, Manuk (Siman), suspek dengan keluhan sesak, lalu melakukan rontgent pneumoni, rapid reaktif dan dirawat di RS. Tidak ada riwayat bepergian ke luar kota.
  4. Perempuan, 70, Grogol (Sawoo). Pasien suspek dirawat dan meninggal di RS. Masih dilakukan tracing.
  5. Perempuan, 56 th, Babadan. Riwayat kontak erat pasien konfirm no. 211.
  6. Perempuan, 14 th, Babadan. Riwayat kontak erat pasien konfirm no. 211.
  7. Perempuan, 23 th, Tambakbayan (Ponorogo). Riwayat dari Klaten.
  8. Laki-laki, 50 th, Tambakbayan (Ponorogo). Riwayat dari Klaten.
  9. Perempuan, 24 th, Nambak (Bungkal). Kontak erat dengan pasien konfirm di Madiun
  10. Laki-laki, 31 th, Nambak (Bungkal). Kontak erat dengan pasien konfirm di Madiun
  11. Laki-laki, 62 th, Sampung. Screening pre operasi hernia rapid reaktif, hasil PCR positif.

 

Data kasus konfirmasi covid-19 di Kabupaten ponorogo per Rabu (26/8/2020) :

SEMBUH = 216

MENINGGAL = 8

ISOLASI = 29

TOTAL = 253

 

Data per kelompok kasus :

Gontor 2 = 86 (sembuh 86)

Riwayat Surabaya = 25 (sembuh 20, meninggal 3)

Temboro = 13 (sembuh 13)

Ronowijayan 1 = 13 (sembuh 13)

Ronowijayan 2 = 7 (sembuh 7)

PPIH Sukolilo = 8 (sembuh 8)

Panjeng = 4 (sembuh 4)

Lain-lain  = 97 (sembuh 65, meninggal 5)

(kp001 – sumber rilis bupati ponorogo 26/8/2020, foto : istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *