Wamen PU didampingi Wakil Bupati Madiun, jajaran Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur, serta Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo saat meninjau lokasi bendung Kedungrejo yang ambrol.
Spread the love

MADIUN | KABARPLUS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI memastikan segera membangun kembali Bendung Kedungrejo yang berada di Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun yang ambrol akibat terjangan luapan air sungai. Anggaran yang disediakan sekitar Rp20 miliar.

Oleh karena itu, Pemerintah provinsi Jawa Timur diminta untuk segera menyiapkan detail engineering design atau DED sebagai dasar teknis pengerjaan lanjutan.

“Pemerintah akan mengusulkan pembangunan kembali bendung secara permanen melalui skema Inpres Nomor 2 tahun 2025. Skema itu mengatur percepatan pembangunan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan,” ungkap Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti saat meninjau langsung lokasi bendung yang ambrol, Rabu (1/4/2026).

Diana menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam penanganan bendung tersebut. “Sinergi itu diperlukan agar aliran air tetap terkendali dan kembali dimanfaatkan untuk irigasi, bukan menimbulkan luapan ke wilayah lain. Untuk pembangunan kembali, akan dikerjakan tahun 2026 ini,” ulasnya.

Dijelaskannya, pekerjaan awal yang dilakukan petugas saat ini adalah membersihkan sedimentasi yang menumpuk terlebih dahulu, lalu bagian bangunan yang rusak akan dihancurkan agar air dapat kembali mengalir sesuai jalur semula. “Untuk pembersihan akan memakan waktu kurang lebih dua minggu,” ujar Diana.

Diana menyebut, Bendung Kedungrejo sebagai bangunan lama yang berdiri sejak 1936 dan baru sekali direnovasi sekitar era 1970-an. “Kondisi usia bangunan yang sangat tua dinilai ikut berkontribusi terhadap kerusakan yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat setelah kerusakan bendung dilaporkan. Pemerintah daerah disebut langsung menyurati BBWS dan kementerian terkait begitu kejadian jebol terjadi karena fungsi bendung dinilai sangat krusial bagi petani.

“Begitu kejadian jebol, kami melalui dinas terkait langsung menyurati BBWS dan kementerian. Alhamdulillah responsnya sangat cepat. Dari tanggal 27 Maret, hari ini 1 April dilakukan peninjauan dengan Bu Wamen PU turun langsung ke lokasi,” kata Purnomo.

Ia menilai perbaikan Bendung Kedungrejo bersifat mendesak karena bendung itu menopang lebih dari 1.500 hektare sawah dan menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan daerah.

“Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memulihkan fungsi bendung secepat mungkin sebelum masuk ke tahap pembangunan permanen,” ujarnya. (arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *