Bertempat di sekitaran alun-alun Reksogati, Layanan Adminduk Dispendukcapil Kabupaten Madiun di serbu masyarakat Caruban.
Spread the love

MADIUN | KABARPLUS – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun terus melaksanakan pelayanan jemput Bola dalam memberikan pelayanan Terpadu Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil melalui program inovatif LELADI SESAMI (Keliling Melayani Adminduk Setiap Sabtu Dan Minggu).

Sebuah layanan yang proaktif dalam menyediakan layanan administrasi kependudukan di luar jam kerja rutin. Di bulan suci Ramadhan 1447 hijriah, bertempat di sekitaran alun-alun Reksogati Caruban, Dispendukcapil Kabupaten Madiun kembali menyapa masyarakat yang tengah melaksanakan ibadah puasa.

Antusiasme warga pun terlihat tinggi. Banyak yang merasa terbantu dengan kehadiran layanan di alun-alun Reksogati Caruban, karena tak perlu lagi datang ke kantor Dispendukcapil.

Bertempat di sekitaran alun-alun Reksogati, Layanan Adminduk Dispendukcapil Kabupaten Madiun di serbu masyarakat Caruban.

Sri winarti, salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut, menyampaikan bahwa program pemerintah dalam memberikan pelayanan adminduk keren, mudah, cepat dan inovatif.

“Program pelayanan jemput bola adminduk ini saya ketahui melalui jejaring media sosial, dimana setiap kepengurusan yang akan diurus harus menyertakan syarat yang sudah ditentukan. Seperti saat ini, Saya mengurus surat kematian orang tua, dengan membawa semua persyaratan yang lengkap, datang dilokasi dilayani, surat kematian sudah jadi. Enaknya lagi, pulang diberi takjil,” seloroh Sri Winarti sembari tertawa.

Kepala Dispendukcapil Kabupaten Madiun melalui Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Sayogyo menjelaskan, layanan leladi sesami bertujuan untuk mendekatkan dan mempermudah akses layanan Adminduk bagi seluruh warga masyarakat.

“Berbagai layanan Adminduk yang tersedia antara lain perekaman dan pencetakan KTP elektronik, penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Keluarga (KK), aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), akta kelahiran, serta layanan-layanan lainnya,” ujar Sayogyo, Rabu (25/2/2026).

Dijelaskannya, untuk perekaman KTP elektronik (E-KTP) pada tahun 2025 lalu, Kabupaten Madiun sudah mencapai target Nasional yakni 99,50 persen.

“Sedangkan target Nasional untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menyentuh angka 30 persen warga yang sudah memiliki KTP. Dari target tersebut, Kabupaten Madiun baru mencapai target pada bulan Februari 2026 ini 20,6 persen. Kenapa demikian, banyak kendala mulai dari belum mengetahui adanya program IKD dan masih ada sebagian yang belum memiliki Handphone. Diharapkan dengan menggandeng Pemerintah Desa Program aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bisa difahami oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Meski capaian aktivasi IKD baru menyentuh angka 20,5 persen. Dispendukcapil Kabupaten Madiun mengklaim,”Pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Madiun menempati ranking pertama tercepat di Jawa Timur disusul Pemkab Magetan,” ucap Sayogyo. (arb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *