MADIUN | KABARPLUS – Langkah Pemerintah Kabupaten Madiun dalam melakukan pengendalian ekonomi patut diapresiasi. Tercatat dalam kurun tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun mencapai 5,8 persen. Angka ini mampu menyalip angka pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini terungkap saat digelarnya High Level Meeting (HLM) yang digagas oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Rabu (17/12/2025). Kabupaten Madiun melibatkan pihak Bank Indonesia, Bank Jatim dan diikuti sejumlah jajaran Forkopimda Kabupaten Madiun dan seluruh stakeholder Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Madiun.
Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengungkapkan, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemkab Madiun sepanjang tahun 2025 ini. Langkah langkah tersebut meliputi operasi pasar dan gerakan pangan murah.
Mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang libur panjang karena natal dan tahun baru ini, Pemkab Madiun, memastikan dua hal sekaligus. Pertama, memastika pasokan bahan kebutuhan pokok dan barang penting tetap terjaga, dan kedua harga tetap berada dalam batas kewajaran.
“Tim TPID Kabupaten Madiun selalu memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. Apalagi ini menjelang natal dan tahun baru. Tidak hanya itu saja, agar tidak terjadi inflasi, Pemkab Madiun juga rutin menggelar pasar murah,” ujar Bupati Madiun yang akrab disapa Hari Wur ini.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Wihujeng Ayu Rengganis sangat mengapresiasi langkah Pemkab Madiun dalam menjaga kestabilan Pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
“Berbicara soal pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun ini sudah cukup bagus, 5,8 persen. Ini di atas (pertumbuhan ekonomi) tingkat nasional,” ujar Ayu Rengganis.
Dari sisi inflasi, kestabilan harga pangan di Kabupaten Madiun juga cukup baik. “Ini adalah potensi atau peluang yang bisa menjadi pemantik Kabupaten Madiun untuk lebih berdaya saing ke depannya,” imbuhnya.
Dari sisi elektronifikasi (pembayaran digital) secara perhitungan juga sudah meningkat. “Meski demikian, ini harus tetap digalakkan di tengah masyarakat untuk menggunakan transaksi secara non-tunai. Ini sebenarnya hal yang patut mendapatkan perhatian bersama,” ujar Ayu Rengganis.
Begitu pula menjelang natal dan tahun baru ini, biasanya permintaan terus meningkat. Komoditas-komoditas pangan juga harganya melonjak. Yang harusnya dilakukan utamanya adalah tetap menjaga pasokan serta ketersediaan pangan tetap aman.
“Ketika harga kebutuhan pokok naik, masyarakat jangan panik dan tetap tenang. Kenapa demikian, ketika masyarakat panik, itu akan semakin menekan dan harga pokok kebutuhan semakin tinggi lagi. Jadi, masyarakat harus bijak dalam berbelanja, jangan panik buying,” tegasnya.
Menurut dia, pemerintah bersama instansi terkait akan memastikan kecukupan pasokan di tengah masyarakat. (arb/adv)
