MADIUN | KABARPLUS – Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Caruban Kabupaten Madiun selama Februari ini tercatat sebanyak 52. Angka tersebut menurun jika dibandingkan Januari lalu yang sempat menyentuh angka 170 kasus.
Direktur RSUD Caruban Farid Amirudin mengungkapkan, penurunan kasus DBD dimungkinkan terjadi karena mulai menurunnya intensitas hujan beberapa pekan terakhir. Akibatnya, perkembangbiakan nyamuk sebagai vektor atau pembawa penyakit juga menurun jika dibandingkan pada bulan-bulan sebelumnya.
Disinggung Kapasitas Tempat Tidur (TT) untuk perawatan pasien Demam di RS Caruban,Farid mengatakan jika kapasitas TT untuk pasien demam sangat mencukupi. “Untuk anak-anak bisa di rawat di Ruang Palem dan untuk orang dewasa di Ruang Cemara,” terang Farid, Selasa (18/2/2025).
Sedangkan , untuk kasus demam yang masuk ke RSUD Caruban ada beberapa jenis. Yaitu demam berdarah, demam dengue dan cikungunya. Kendati demikian, penyebabnya semuanya sama yakni akibat gigitan nyamuk. “Kalau cikungunya, hasil laboratoriumnya normal. Cumam pasien mengalami sakit atau ngilu pada persendian. Jadi pasien cikungunya bukan indikasi rawat inap,” ujar Farid.

Oleh karena itu, masyarakat tetap diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit tersebut. Penting pula pencegahan DBD melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain itu juga masyarakat diminta aktif menerapkan langkah-langkah 4M plus.
“Memang harus tiadakan tempat pertumbuhan jentik ya, baik dengan menghilangkan genangan air, menutup penampungan air. Tapi kalau masih ada nyamuk kita basmi dengan obat nyamuk dan sebagainya,” ujarnya. (arb)
