PONOROGO | KABARPLUS – Nahas nasih Rival Fahri, 12, seorang anak di Ponorogo. Ia meregang nyawa akibat tenggelam hanya karena ingin mandi di sungai di dekat rumahnya.

Kabarnya, pada Kamis (23/9/2021) sore lepas Asar, Fahri dan dua orang kawannya bermain di tepi sungai kedung (sungai) Blabakan Mbah Anom di Dukuh Asem growong, Desa Japan, Kecamata Babadan, Ponorogo. Setelah bermain, ketiganya memutuskan untuk mandi di sungai setempat.

Sekitar 15 menitan mandi dan berenang sungai, kedua kawan Fahri menepi untuk istirahat. Namun saat itu keduanya tidak melihat keberadaan Fahri. Bahkan setelah dicari dan dipanggil-panggil namanya oleh kedua kawannya, Fahri pun tidak muncul kepermukaan.

“Mengetahui hal tersebut kedua saksi teriak-teriak meminta tolong warga sekitar. Selanjutnya warga sekitar datang untuk memberikan bantuan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan,” ungkap Kapolsek Babadan Iptu Yudi Kristiawan.

Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih satu jam, akhirnya korban ditemukan. Jasadnya berada di dasar sungai. “Selanjutnya jenasah dibawa ke Puskesmas Setono Jenangan untuk dilakukan pemerikasaan medis atau visum et repertum luar,” kata Kapolsek.

Dari pemeriksaan, tidak diketemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Dugaan kuat, korban meninggal dunia diduga karena tenggelam.

“Selanjutnya jenasah diserahterimakan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan dan dimakamkan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar sungai tersebut memang sering digunakan untuk mandi apabila sedang musim kemarau. (KP001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *