MADIUN | KABARPLUS – Ribuan hektare sawah di Kabupaten Madiun terancam mengalami kekeringan. Tepatnya di wilayah Kecamatan Pilangkenceng dan Balerejo. Penyebabnya, suplai air yang berasal dari Sungai Jeroan kini tak bisa mengaliri lahan pertaniannya, lantaran bangunan bendung yang berada tepat di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, rusak total.
Jebolnya Bendung Kedungrejo terjadi akibat terjangan air sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan beberapa hari terakhir. Hal ini mengakibatkan bangunan pengendali aliran air di Sungai Jeroan ambrol pada Jumat (27/3/2026). Tak hanya itu, jebolnya bendung disusul sliding alias bergeser dan gugurnya tebing di sekitar bendung, Selasa (31/3/2026) dini hari.
“Pengaliran otomatis berhenti, tidak bisa mengaliri lahan pertanian, sehingga terancam kekeringan. Saya rasa, semua petani di sini diliputi rasa cemas,” ujar Simun, salah satu warga setempat, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, bendung tersebut menjadi kunci irigasi di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Pilangkenceng dan Kecamatan Balerejo. Dengan luas lahan sekitar 1.436 hektar.
“Dibagi di beberapa wilayah, seperti Purworejo, Sogo, Kuwu, dan Babadan,” terangnya.
Dijelaskannya, apabila tak teraliri air sungai, otomatis petani akan mengandalkan aliran air dari sumur sibel (sumur dengan pompa submersible) untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian sawahnya. “Kalau menggunakan air sumur sibel terus menerus, otomatis terjadi pembengkakan biaya,” kata Simun.
Dampak lainnya, warga juga khawatir jebolnya bendungan berdampak ke permukiman warga sekitar. Mengingat masih banyak rumah warga yang dekat dengan bangunan bendung. Pun, intensitas hujan masih cukup tinggi.
“Kami khawatir kalau tidak segera ditindaklanjuti bisa merambat ke rumah warga. Karena ini air dari hulu terus mengalir mengikis tebing-tebing,” ucap Santo, warga Desa Kedungrejo.
Sementara itu, Pengamat Operasi Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (UPT PSDA WS) Bengawan Solo di Bojonegoro Perwakilan Madiun, Andika Widodo menyebut telah melaporkan kondisi kerusakan ke DPU PSDA Provinsi Jawa Timur.
Selanjutnya, dirinya bakal mengambil langkah penanganan darurat berupa pembuatan tanggul sementara. “Mengingat intensitas hujan masih tinggi, kami mengimbau agar warga tidak mendekat ke bangunan bendung. Ii agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tandasnya. (arb)
