MADIUN | KABARPLUS – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cinta Anak Klecorejo Kabupaten Madiun tak menampik jika nasi goreng yang dikonsumsi siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tidak layak konsumsi alias basi.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala SPPG Cinta Anak Sendi Wicaksono. “Saat didistribusikan, nasi gorengnya masih dalam kondisi bagus (layak konsumsi). Namun, setelah adanya laporan siswa sakit ini, kita lakukan kembali cek qualit, ternyata nasi gorengnya memang sudah tidak enak,”ujar Sendy, Kamis (27/11/2025).
baca juga:
Usai Santap Nasi Goreng Program MBG, Puluhan Siswa di Madiun Keracunan
Dijelaskannya, untuk memasak nasi putih dimulai pukul 24.00 (Kamis dinihari) sedangkan ntuk memasak nasi goreng dimulai pukul 03.00 pagi. “Proses memasak nasi gorengnya kita campur dengan jagung, jadi itu nasi goreng hongkong,” ujar Sendi.
Lebih lanjut dikatakannya, SPPG Cinta Anak kebagian jatah pendistribusian MBG sebanyak 31 sekolah untuk 2.819 siswa.dan pendistribusian MBG dimulai pukul 07.00 pagi. SPPG Cinta Anak sendiri mulai beroperasi pada 10 November dan semua petugas sudah tersertifikasi.

Pihak SPPG Cinta Anak belum mau membahas pertanggungjawabannya kepada korban keracunan. Sendi mengaku menunggu hasil uji laboratorium mengingat sampel makanan telah diambil guna keperluan lebih lanjut.
“Biar diperiksa dulu hasilnya seperti apa. Dari kami jelas menarik semua menu MBG,” tandasnya. (arb)
