KABARPPLUS | MADIUN  – Panen raya di saat pemerintah menerapkan PPKM Darurat sampai PPKM Level 4 membuat para petani di Kabuapaten Madiun pusing. Betapa tidak, saat mereka seharusny amenikmati panen, harga gabah di tingkat petani justru terjun bebas.

Karena tak mau merugi lebih banyak lagi, petani memilih menyimpan gabah merek menunggu harga membaik. Biasanya, harga gabah kering panen (GKP) berada di kisaran Rp3900-Rp4000 perkilogramnya. Akan tetapi, saat ini harga gabah merosot hingga Rp3.000 perkilogramnya.

Bagi para petani di Desa Sukosari, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun mengatakan, harga ini dinilainya terlalu rendah. Ia pun terpaksa membawa hasil panennya pulang untuk dijemur sambil menunggu harga stabil. Namun bagi petani yang sudah tak memiliki modal, mereka terpaksa dijual rugi untuk menutupi utang saat menggarap sawah.

Salah satu, Sarbiyah, mengaku, ia sangat sedih dengan harga gabah yang anjlok saat petani panen. “Biasanya harga gabah kering panen tembus Rp4.000 perkilogram, tapi sekarang kok merosot hanya Rp3.000 perkilogramnya. Kalau begini terus yang petani selalu rugi,” ujarnya, Rabu (28/7/2021).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Madiun Shodiq saat dikonfirmasi melaui ponselnya mengaku sudah menginventarisir persoalan petani. Selama ini yang menjadi persoalan adalah tingginya ongkos pupuk dan rendahnya harga panen.

Untuk mengatasi hal tersebut, di musim tanam mendatang Dinas Pertanian sudah menggandeng investor dan kelompok tani yang memikiki tanah 100 hektar untuk diuji coba pemberdayaan yang saling menguntungkan. Dengan sistem pemberdayaan tersebut, diharapkan mampu mengurangi persoalan di tingkat petani. (KP007)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *